Cinta Seorang Angel - cerpen 90

November 18th, 2009

Sahabatku, datang padaku. Malam itu yang meneleponku. Suaranya menangis, aku sadar sesuatu terjadi dalam hidupnya. Hatiku bersedih, ketika ia katakan ” Aku baru saja mencoba untuk mati, dan tidak berhasil..”. Kisahnya sungguh penuh emosional, dan itu terangkai dalam kisah ini..

kubuatkan sebuah lagu untuknya, buat yang mau download silakan. lagu ini free dan berizin.

http://www.4shared.com/file/154674627/3cf5bded/4Shandy_-_Never_met_someone_like_you.html

Mungkin sulit untuk mengatakan apa yang bisa kusampaikan dalam kisahku, tapi percayalah apa yang terjadi dalam hidupku adalah sebuah pelajaran. Ya.. sebuah pelajaran untuk menghargai hidup dari seseorang yang telah memberikan kehidupan baru..

Aku masih ingat ! hal terakhir yang kulakukan dalam hidupku adalah sebuah kebodohan. Tanpa kusadari, tiba-tiba aku sudah berada dalam sebuah jembatan trotal yang membelah jalan. Seorang diri tanpa mengerti apa yang kulakukan, saat itu keadaan sudah malam. Bahkan mobil yang berjalan dibawah kakiku, masih bisa kuhitung dengan kepalaku. Anehnya , aku tidak sadar mengapa aku berada disini. Semakin aku berpikir tentang apa yang kulakukan, rasanya kepalaku semakin sakit.

Aku menyerah mencari tau keadaanku. Aku berjalan tanpa kejelasan dan terduduk disebuah halte bus yang mungkin sudah tutup.Aku tetap menunggu bus yang akan datang, berharap mereka bisa mengantarkanku pulang ke rumahku. Kusentuh saku celanaku, tidak ada satu koin dollar pun. Aku jadi bingung, mungkin saja aku baru dirampok ketika berjalan. Kepalaku sakit dan kuduga perampok itu memukulku dengan keras. Ya.. aku yakin itu yang terjadi.

Bus berhenti dihadapanku. Aku ragu untuk naik.Aku mundur selangkah membiarkan pintu itu tertutup rapat dan bus itu pun pergi dariku. Aku termenung, mencari tau yang terjadi. Dompet, telepon genggamku bahkan hilang.Saat aku tak berhenti berpikir, seseorang berjalan menatapku ia berpakain putih, rambutnya panjang. Wajahnya pucat, tapi bibirnya sangat merah dan membuatku bertanya-tanya? Mengapa gadis secantik ini ada di halte bus. Ia melihatku sejenak, terduduk tanpa ekpresi, aku melempar senyum khasku.

Tiba-tiba terpikir olehku untuk meminjam uang padanya.. aku ingat, namaku kan cukup terkenal di negeri ini. Sebagai seorang atlit, pasti dia tidak ragu meminjamkanku uang. Kudekati dia, menyapanya dengan hangat.

“ Hai.. malam..” panggilku dan dia melirikku.

“ Ya..” jawabnya pendek, “ Maaf menganggu, boleh aku minta tolong sesuatu..?” pintaku.

“ Silakan saja..penduduk Singapura selalu ramah, kamu pasti tenaga kerja ilegar yang tersesat atau turis asing yang hilang..?” tebaknya.

“ Bukan.. bukan.. aku ingin orang singapura.. “

“ Lalu. Apa yang kamu lakukan dengan pakaian tidur ditengah jalan seperti ini..” katanya padaku yang saat itu hanya memakai celana pendek dan baju kaos bertuliskan Yonex berwarna putih selaras dengan celanaku.

“ Akupun tidak tau, aku rasa aku baru saja dirampok. Mereka memukul kepalaku, dan melemparkan ditengah jembatan.. dan aku pun tersesat disini..”

Gadis itu melirikku curiga, dan berkata “ Tingkat kriminalitas disini sedikit sekali, tidak mungkin itu terjadi..”

“ Ya. Aku pun tidak tau. Makanya aku ingin pulang, karena aku tidak punya uang. Bolehkan aku pinjam uangmu..” kataku dan dia tertawa.

“ Siapa namamu?” tanyanya padaku.

“ Ronald,kamu pasti tau kan?” kataku sombong.

“ Tidak, aku tidak tau..?”

“ Aku ini atlit Tenis terkenal disini, masa kau tidak tau..” kataku menyakinkan dan wajahnya hanya datar.

“ Sudahlah..” ujarku pasrah meyakinkan.

Gadis itu bangkit dan melihatku.

“ Kamu tau, aku rasa bus terakhir sudah lewat. Jadi percuma kita menunggu disini, dimana tempatmu tinggal?”

“ Di Orchard..”

“ Kamu tau jalan untuk pulang?” tanyanya

“ Kalau dengan mobil aku tau, tapi jalan kaki, aku tidak tau..”

“ Manja sekali kamu.. kalau begitu.. ikutlah denganku sampai jarak terdekat dan kita naik kereta MRT..”

Entah mengapa aku percaya padanya, kami pun berjalan. Langkahnya cepat sekali, aku sampai berkali-kali tertinggal beberapa meter darinya. Kakiku terasa lelah ketika berjalan lebih dari satu jam lamanya tanpa henti. “ Stop.. stop.. aku cape, istirahat dulu boleh?” kataku padanya. Ia mendekatiku..” Katanya atlit, baru jalan segini saja sudah cape..”.aku membela diriku.

“ Aku baru saja mengalami perampokan dan kepalaku sakit, makluminlah..”

“ Ok.. ok..” katanya.

Perutku terasa lapar dan mulutku terasa haus,aku tidak menduga kalau gadis itu bisa menebakku. Wajahnya seolah meledekku, aku ingin memanggilnya dengan sebutan apa? Aku pun lupa bertanya namanya.

“ Hei.. namamu siapa?” tanyaku. “ Angel.. “ jawabnya.

“ Kok kamu malam-malam gini keluyuran di jalan, orang tua kamu ga cari?”

“ Astaga, aku sudah 24 tahun, bagaimana mungkin mereka peduli..”

“ Benar juga sih, tapi untuk apa kamu keluyuran malam-malam seperti ini..”

Iya melihatku dengan aneh” kamu sungguh ingin tau?” tanyanya padaku.

“ Tentu saja kalau kamu tidak keberatan..”

“ Menyelamatkan orang seperti kamu..” katanya

Aku tertawa bahkan nyaris terjungkal karena lucu mendengar jawabannya.

“ Halo.. aku ini 30 tahun, jangan membuat aku tertawa dengan kata-katamu barusan..”

“ Ya kalau menurut kamu lelucon, jalan saja sendiri pulang…” ujarnya marah dan meninggalkanku.

“ Hei.. Hei. Tunggu, jangan marahlah Angel. Aku hanya bercanda..” kataku mengejar dan terpaksa kehilangan waktu untuk beristirahat..

Kami berjalan dan berhenti di sebuah supermarket 24 jam. Aku terhenti karena melihat barisan softdrink yang menggoda imanku. Angel melihatku berhenti, ia sudah bisa menebak maksudku.

“ Kamu haus..?” tanyanya..” Iya, haus sekali. Pinjamkan aku uang dong, nanti kubayar kalau tiba dirumah..”

Angel melirikku, wajahnya tajam menatapku..” Kamu pernah mencuri?” tanyanya padaku.

“ Tidak.. kenapa berkata begitu?” tanyaku.

“ Kalau gitu mencurilah..?” katanya.

Aku terdiam dan berpikir, untuk orang sekaya aku. Untuk apa mencuri, bodohlah rasanya.

“ Tidak mau ah.. itukan dosa..”

Ia tertawa ketika mendengarkanku “ Dosa katamu hehehe?” ledeknya.

“ Ya berdosalah, mencuri itu kan sudah pasti perbuatan criminal..”

“ Lihat aku..”

Angel berjalan memasuki supermarket itu, aku melihatnya dari luar. Seorang penjaga tampak tertidur tak menyadari kedatangan Angel. Ia mengambil satu botol minum jeruk dan muncul dihadapanku. Aku terkejut melihat aksinya, ini adalah pencurian..

“ Hei, kamu mencuri..”

“ Ya, kenapa? “ ujar Angel sambil membuka minuman yang membuatku menelan ludah.

“ Minta sedikit dong..”

“ Tidak, kalau kamu mau. Ambilah ke dalam. Mumpung penjaganya tertidur.”

“ Tidak mau. .aku tidak akan mencuri seumur hidupku..”

“ Lalu apa kamu pernah berjudi?” tanyaku.

Aku terdiam dan aku bisa ingat kalau saja aku baru kehilangan sebagian besar tabunganku karena kalah judi, itu membuatku sakit hati.

“ Judi dan mencuri itu berbeda kok..” aku membela diri.

“ Jangan sok tau kamu. Mencuri itu tidak ada bedanya sama berjudi. Sama-sama menikmati hasil uang panas. Ujung-ujungnya juga masuk ke perut kamu kan?”

Mungkin Angel benar, aku berjudi dan mencuri apa bedanya? Aku jadi kehilangan prinsip hatiku. Angel berkata padaku..” Kalau kamu mau ambil cepat, kalau tidak kita harus berjalan. Aku tidak mau berjalan sebelum matahari bangkit.. “. “ Ok.. ok, akan kulakukan.. “. Melihatku terus menguruiku, hatiku terasa panas dan akhirnya aku pun mencuri sebotol softdrink dan roti berisi keju, anehnya petugas itu masih saja tertidur. Aku rasa sudah banyak pencuri yang mencuri bila melihatnya tidur seperti beruang kutub di musim dingin.

Angel melihatku dengan tersenyum ketika melihatku muncul dengan curianku.

“ Nah, selamat. Kamu sudah bergabung dengan pencuri.. nikmatilah hasilmu..”

Aku tertawa, mungkin ini hal yang lucu. Tiba-tiba Angel bilang padaku, “ Hei petugas itu bangun, ayo lari, dia melihat kita..”. mendengar itu aku panik, Angel pun ikutan berlari. Aku berlari sangat cepat tidak menoleh ke belakang. Dan kami terhenti di sebuah pohon dengan minuman dan makananku yang telah hilang dalam gengamanku. Aku marah melihat kejadian itu.

“ Kamu gimana sih? Apa yang aku curi sia-sia dong. Semua hilang kan..”

Angel tersenyum padaku sambil meledek.

“ Bukannya ini sudah biasa dalam perjudian, terkadang bisa menang, kadang bisa kalah. Kenapa harus protes..”

“ Itukan judi, inikan makanan..bedalah..” kataku kesal.

Angel tiba-tiba marah padaku.

“ Kamu itu manja banget sih, atlit tapi manja. Tidak makan juga kamu tidak akan mati. Percaya deh padaku.”

Kami terdiam, saling melirik. Rasanya aku marah padanya, Angel terduduk ditaman. Kini ia yang merasa lelah dan terduduk. Aku pun merasa jantungku nyaris copot karena terlalu lelah berlari.Aku pun terduduk disampingnya, disamping pohon besar yang sama. Malam itu dingin, tapi aku tidak merasa kulitku mempunyai epidermis untuk merasakannya. Angel terdiam, dia tiba-tiba menangis. Aku terheran, apakah aku telah melukainya hatinya.

“ Kamu kenapa nangis,?” tanyaku padanya.

“ Bukan urusanmu..?” katanya. “ Ceritalah, aku paling tidak tahan bila perempuan menangis disampingku..”

“ Kalau begitu, menjauhlah. Gitu saja kok repot..”.

Aku kehilangan kata-kata melihatnya melawan semua kalimatku yang mencoba peduli.

“ Aku tidak bisa menjauh dari kamu, karena saat ini. Cuma kamu yang aku tau bisa membawaku pulang ke rumah.” Kataku padanya.

Angel menatapku ketika dengan jelas ia mendengar kalimatku.

“ Sekarang kamu baru sadar, kalau benar aku adalah penyelamatmu..”

“ Sepertinya begitu, jadi penyalamatku. Ceritakanlah mengapa kamu menangis..”

“ Kamu sungguh ingin mendengarkan kisahku..”

“ Tentu saja, dengan senang hati..”

“ Baiklah Ronald.. inilah kisahku..”

Angel, hanyalah gadis yang seperti biasanya. Terlahir dengan keluarga Singapura lainnya yang menjunjung tinggi pendidikan. Ayahnya seorang pria kebangsaan jepang yang menikah dengan ibunya di Singapura seorang konsultan keuangan. Ia tidak pernah bahagia melihat orang tuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Satu-satunya yang membuat ia bahagia, hanyalah melihat idolanya. Seorang pemain bulutangkis yang handal, terkenal dan begitu ia kagumin.

Pebulutangkis itu adalah salah satu inspirasinya. Membuatnya terus bertahan hidup untuk melihat idolanya bermain. Ia tidak pernah berhenti mengikuti berita sang bintang, sampailah akhirnya ia memiliki satu kesempatan untuk bertemu dengan pria idolanya itu dalam sebuah acara jumpa fans. Ia begitu antusias, sampai-sampai datang 5 jam sebelum acara dimulai. Tapi semuanya berantakan ketika ia akan pergi dalam acara itu.

Kaki Angel terkilir dan patah saat terjatuh dari tangga rumahnya, ia tak berdaya. Tak bisa bangkit dan kehilangan moment itu. Ia hanya mampu mengirimkan bunga yang ia titipkan lewat pembantunya kepada sang bintang.Orang tuanya bahkan tidak peduli terhadap apa yang terjadi padanya, ia habiskan waktunya untuk merawat dirinya di rumah sakit. Ia pun harus duduk dikursi roda selama setahun lamanya. Tapi dengan melihat sang idolanya ia kembali semangat untuk sembuh. Hingga akhirnya Angel merasa aneh karena kakinya tidak kunjung sembuh dan akhirnya dapat sembuh setelah 3 tahun lamanya melakukan proses penyembuhan.

Ia begitu gilangnya sembuh hingga, ia memutuskan untuk melangkahkan kakinya setiap malam menelurusi jalan singapura setiap malam. Karena disaat itulah ia merasa lega dan bisa berlari bebas tanpa ada yang melihatnya.

Begitulah kisah Angel.

Aku termenung mendengar kisah yang aneh itu,

“ Jadi kamu berjalan setiap malam hanya untuk bersyukur karena kakimu pulih?”

“ Ya begitulah, ada yang salah?”

“ Tidak sih..aneh saja. Ngomong-ngomong atlit idola yang kamu bilang? Siapa namanya? Mungkin aku kenal dan bisa kuperkenalkan padamu..”

“ Tidak usahlah, dia sudah pensiun. Percuma saja..”

“ Ya, setidaknya kamu bisa bertemu kan..”

“ Maunya sih begitu, tapi aku takut dia tidak mau bertemu denganku..”

“ Loh kenapa begitu..”

Angel terdiam, wajahnya menangis kembali. Emosinya sungguh sulit dikontrol dan kapan saja bisa berubah.

“ Karena aku begitu menyeramkan baginya..”

“ Hah, kamu itu cantik. Tinggi dan rambut kamu bagus. Mana mungkin dia tidak mau ketemu kamu..”

“ Itu pujian atau hinaan?” kata Angel kesal.

“ Serius lah.. kamu tuh cantik. Percaya deh.. sekarang kasih tau saja siapa idola kamu. Aku janji akan mempertemukan kalian..”

“ Kamu yakin..”

“ Yakin sekali..”

“ Kalau begitu aku katakan kalau kamu sudah tiba dirumah saja..”

“ Ya sudah kalau begitu.”

Kami berjalan kembali tanpa batas, dan tiba-tiba aku melihat sesuatu yang tak asing bagiku saat melihat sebuah televisi flat besar yang terdapat disebuah showroom televisi.Aku terhenti sedangkan Angel terus berjalan. Sebuah tayangan gossip sedang berlangsung.

“ Angel tunggu..” kataku.

“ Kenapa lagi sih?” kata Angel. dan sosok gadis yang menjadi sumber itu adalah kekasihku. Agnes.

“ Itu pacarku.. dia sedang di wawancara..” kataku dan Angel melihatnya. Tiba-tiba dia tertawa. Aku bingung.

“ Sudahlah Ronald, aku tau kamu baru saja dirampok. Tapi tolong deh jangan mimpi gitu, artis secantik dia mana mau sama kamu..”

“ Sungguh kok dia itu pacar aku..”

Angel masih tertawa, tapi aku melihat satu hal yang tak ingin kulihat. Kekasihku berjalan dengan seorangpria yang asing bagiku. Mereka naik mobil untuk meninggalkan wartawan yang mengejarnya.

“ Kalau dia kekasihmu,. Siapa jadi pria itu..”

Aku terdiam. Hatiku marah, kami masih berada dalam sebuah status hubungan. Tapi yang kulihat dia malah sudah memiliki kekasih lain.Aku tertunduk, Angel menghiburku.

“ Sudahlah Ron, itulah namanya cinta,. tidak semua berakhir bahagia.Bersyukurlah karena kamu sudah berakhir dengannya, daripada kamu menikah dan akhirnya baru tau.. kan lebih menyakitkan.”

“ Tapi, kami saling mencintai..”

“ Cinta hanya ada dalam dunia manusia..” kata Angel.

Aku bingung dengan kalimatnya baru saja.

“ Memangnya kamu pikir aku ini monyet..?”

“ Kayaknya sih gitu.. buktinya menangis. laki-laki tidak boleh menangis, sekalipun terluka karena cinta. monyet saja yang boleh menangis..”

Angel berjalan meninggalkanku, aku masih tak habis pikir mengapa cintaku berakhir dengan tragis. Setidaknya bila Agnes ingin memiliki kekasih. Harusnya ia bisa bilang lebih dulu padaku, tapi dia mencampakkan aku begitu saja. Padahal semua waktu, materi dan hidupku telah kuberikan padanya. Aku berjalan perlahan, Angel merangkul tanganku. Sambil berkata.

“ Ayo cepatan jalan, sebentar lagi matahari terlihat..aku sudah harus pulang..”

“ Hatiku perih Ngel..”

“ Jangan bodoh, kamu pikir di dunia ini Cuma kamu saja yang pernah bersedih karena cinta. semua orang juga pernah, aku tidak suka melihat pria lemah seperti kamu. Cinta tidak akan membuatmu mati dan lagi pula.. cinta itu tidak sekali dalam hidupmu, akan terus terjadi sampai kamu mati. Ngerti.”

“ Tapi hatiku tidak terluka hanya karena Agnes, aku sudah mengalami tiga kali hal yang sama. Semua mengecewakan aku..” aku tertunduk, Angel mengangkat wajahku dengan tangannya.

“ Kau tau Ronald, aku baru mengenalmu secara pribadi 3 jam lamanya. Tapi aku bisa katakan kalau kamu itu terlalu bodoh dalam hidup.”

“ Ya. Aku memang bodoh, lebih baik aku tidak jadi manusia..”

Angel tersenyum. “ oleh karena itu aku bilang kamu lebih cocok jadi monyet..”

“ Aku lelah, aku ingin pulang..”

“ Kalau begitu jalan lebih cepat, aku antarkan kau pulang,setelah itu kita berpisah..”

Aku berjalan tapi Angel terhenti disebuah rumah sakit.aku heran mengapa ia berhenti disini, rumah sakit ini bukan rumahku. “ Kenapa kita berhenti disini..?”

“ Aku ingin kamu ikut denganku sebentar saja..”

“ Aku tidak mau, aku ingin pulang..”

“ Dasar manja, aku sudah temanin kamu jalan begitu jauh, mengapa kamu tidak mau menemaniku ke dalam. Aku ingin melihat idolaku, dia sedang dirawat di rumah sakit..”

“ Baiklah..baiklah..”

Kami menelusuri sebuah lorong rumah sakit, aku terhenti. Melihat sosok yang tak asing dalam hidupku. Itu adalah ibuku, kedua kakak perempuanku. Mengapa mereka ada disini?

“ Angel mereka ibu dan kakakku, sedang apa mereka disini..”

“ Biarkan mereka Ron, ikutlah denganku sebentar saja..” kata Angel menarik tanganku.

Aku terhenti disebuah kamar, seorang pasien yang tertidur dan berjenis kelamin laki-laki.

“ Inilah idolaku..?”kata Angel dan aku mendekat, mataku tak bisa berhenti menatap dan sesuatu yang ganjil terjadi dengan apa yang kulihat.

“ Itukan aku..” teriakku histeris.

“ Ya, itu kamu..?”

Aku mulai merasa keanehan, Angel menatapku tajam. “ Angel, aku sudah mati…?”

“ Belum, kamu belum mati. Tapi akan ..?”

“ Kenapa aku bisa mati..?”

“ Ketika kamu sadar, kamu akan tau..”

Aku masih bingung, dan mulai berpikir kalau Angel jugalah hantu.

“ Kamu sejenis denganku..?” kataku dan Angel tersenyum.

“ Aku pun belum mati. Aku masih ada di dunia, kita bertemu dalam sebuah takdir.”

Angel memegang tubuhku di ranjang, ia meletakkan tangannya yang kiri diatas tubuhku yang nyata dan mengangkat tangan kanannya padaku. “ Peganglah tangaku Ronald,maka kamu akan kembali?”

“ lalu bagaimana denganmu?”

“ Sudah kubilang aku kan penyelamatmu, sekarang kamu harus kembali, matahari akan bangkit, aku pun harus pulang..”

“ Tapi, bagaimana denganmu.. jawab”

“ Aku tidak akan bagaimana-bagaimana! Aku berharap ketika kamu sadar, ingatlah diriku walau hanya dalam mimpi.”

“ Apa kita akan bertemu lagi..”

Angel tersenyum, ia meraih tanganku, aku bisa melihatnya menitihkan air mata. Perlahan tubuhku menghilang menyatu bersama tubuh nyataku. Aku masih bisa mendengar satu kalimat terakhir darinya sebelum aku lenyap.

“ Ronald, hidupmu sangat berarti bagi orang-orang yang kamu cintai, jadi janganlah berbuat bodoh untuk hidupmu, hidupmu hanya sekali di dunia ini tapi ingatlah cintamu akan berkali-kali. Selamat tinggal, sahabatku.”

Aku memanggil Angel berkali-kali, tiba-tiba nafasku terlalu tinggi dan aku bangkit dari tidurku. Aku telah lupa akan segalanya. Ibu dan kakakku memasuki kamar, mereka langsung memelukku. Aku bingung dengan keadaanku. Aku baru menyadari setelah beberapa hari aku mulai sehat, ternyata aku telah overdosis karena pil tidur yang kucoba untuk mengakhiri hidupku. Aku baru menyadari, aku telah mengalami sebuah penderitaan hidup yang membuatku menyerah. Uangku habis di meja judi, kekasihku pergi meninggalkanku karena aku jatuh miskin.

Melihat tangis ibu dan kakak-kakakku, aku merasa malu. Tapi aku lupa dengan sosok Angel dalam hidupku. Seperti yang ia katakan padaku, ketika aku sadar. Aku akan lupa akan segalanya. Berbulan-bulan kemudian hidupku kembali normal. Aku terduduk di sebuah meja dengan minuman softdrink yang kunikmati sambil merasakan hangatnya cuaca sore dan berkah Tuhan atas kehidupanku.Seorang gadis mendekatiku, ia meminta foto bersamaku. Gadis itu bicara padaku.

“ Kamu tau, majikanku begitu mencintaimu dan bahkan menganggumimu. Sayang dia telah pergi jauh sebelum melihatmu.”

“ Majikan kamu pergi jauh kemana?”

“ Sudah meninggal karena infeksi diabetes yang dia abaikan..”

“ Pasti umurnya sudah tua ya..”

“ Tidak dia masih muda, aku punya fotonya..”

“ Boleh aku lihat..”

Ia membuka dompetnya, memberikan padaku. Sesosok gadis yang terduduk disebuah kursi roda, dan wajah perempuan itu sedang bersamanya. Tiba-tiba hatiku tersentak, wajahnya tak asing bagiku. Kepalaku berpikir tiada henti tentang banyak hal terjadi seketika. Dimana aku pernah mengingat pernah mencuri dan pernah menangis karena kehilangan kekasihku.

“ Maaf, boleh aku tau siapa nama majikanmu..”

“ Angel..”

Aku tidak asing dengan nama itu. Aku memintanya untuk mengantarkanku. Aku terhenti di makamnya. Baru kusadari, Angel meninggal tepat dimana aku bangkit dari komaku. Aku bisa ingat semuanya, semua yang pernah terjadi bersamanya walau serasa mimpi.Perempuan itu mengatakan padaku, sehari sebelum kematian gadis itu, tidak terjadi apapun ada yang aneh dengan keadaan gadis itu, dokter bilang bahkan akan sembuh. Tapi dalam sekejap dia meninggal.Aku termenung dan bisa ingat apa yang terjadi saat itu. Angel berkata ia akan menyelamatkanku, bertapa bodohnya aku kalau Angel datang dalam hidupku untuk memberikan kehidupannya padaku.

Betapa mulianya hati gadis ini, aku sungguh menyesal tidak mengucapkan terima kasih padanya dan hanya bisa mengeluh dalam masalah hidupku. Ia gadis yang kuat, walaupun kakinya perlahan hilang karena diabetes, tapi ia masih berharap bisa berjalan. Harapannya terlalu besar untuk berjalan dengan kakinya yang menghilang, ia ingin hidup.Aku menangis di makan Angel, dan bisa kupahami kalau perempuan disampingku pasti bingung. Ia bertanya padaku mengapa aku menangis.

“ Aku menangis karena menyesal tidak pernah menghargai kehidupanku yang begitu indah, begitu sempurna tapi hendak kuakhiri hanya karena masalah hidupku. Angel, dia adalah sebuah inspirasi yang membuatku malu karena telah hidup dengan nafasnya..”

“ Aku tidak mengerti kalimatmu, itu terlalu berat bagiku.”

Aku tersenyum. Meletakan bunga diatas makam Angel. biarkanlah hanya kami yang mengerti. Angel, kamu benar. Hidupku hanya sekali dan itu adalah pemberianmu. Tapi cintaku akan berkali-kali, tidak selayaknya cinta itu membunuhku.

Andai saja kamu hidup lagi, aku akan mencintaimu. Memberikan nafasku untuk hidupmu. Itulah janjiku padamu. Tiba-tiba seseorang yang mirip dengannya muncul dimakam itu. Aku bingung, perempuan itu mengatakan padaku.

“ Itu adalah saudara kembar majikanku, mereka kembar indentik..”

Angel, bolehkah aku mencintainya saudaramu..

Tamat.

The End

Oei Hui Lan: Kisah Tragis Putri Orang Terkaya di Indonesia

November 15th, 2009

, minggu ini novel yang paling saya cintai sudah tersedia di seluruh Indonesia. Kisah ini sangat inspiratif, tujuan saya menyampaikan isi pesan buku ini. Sejujurnya simple saja, saya berharap setiap pembaca saya yang budiman dapat belajar dari kisah hidup Oei Hui Lan yang begitu kaya dan memiliki segalanya. Tapi uang yang bisa memberikan dia tawa, emas dan berlian serta rumah yang mewah.. ternyata tidak bisa membeli kebahagian yang ia inginkan.

walaupun sampai kini kekayaan Oei Hui lan masih tersisa di dunia. Termasuk bagi kalian yang tidak asing dengan kasus ketua Kpk Aa yang diduga membunuh Nn seorang direktur perusahaan rajawali, taukah kaliah kalau rajawali group itu adalah sisa warisan yang tertinggal dari ayah oei hui lan bernama Oei tiong ham yang lebih dikenal sebagai raja gula asia tenggara.  banyak sejarah yang ingin disampaikan dalam buku ini.  Termasuk pandangan Hui Lan terhadap Soekarno dan terhadap pemimpin-pempimpin dunia yang ia temui.

Hui Lan memang putri Indonesia yang menjadi kartini modern di masanya. ia menjadi putri Indonesia yang begitu dihormati, menikah dengan seorang perdana menteri republik China. ia memilikinya segalanya dalam hidup. suami yang terhormat, ayah yang kaya raya dan anak-anak yang begitu lucu.

kehormatan dan kekayaaan tiada batas, tapi satu hal yang tidak pernah ia bisa miliki.. kebahagian dan kedamaian.

ayahnya meninggal dengan harta yang tak ternilai, celakanya ia menduga kematian ayahnya dibunuh oleh istri tertuanya yang berambisi menguasai harta ayahnya. Warisan yang berlimpah hingga menjadi konflik tak pernah berhenti hingga detik ini bahkan hingga generasi keluarganya masih hidup di masa kini. Kalian bisa bayangkan, dengan 8 istri yang terdaftar dan 42 anak yang terlahir. Bagaimana seorang ayah membagi hartanya yang mencapai 200 juta poundstering..

uang memang bisa mengubah apapun. sahabat menjadi lawan, saudara menjadi penjahat. lebih buruk lagi membuat suaminya malah menikah dengan wanita lain..

itulah yang terjadi dalam hidup Hui lan,  berbagai kisah yang ia tuturkan begitu banyak yang perlu kita simpan sebagai bagian dari sejarah kehidupan kita untuk bercermin dan berkata

tidak ada pesta yang abadi selamanya…

oh ya buku ini hasil penjualannya akan disumbangkan kepada yayasan keluarga oei yang berdedikasi terhadap pendidikan anak-anak yang tidak mampu

novel ini tersedia di seluruh gramedia dengan harga 55 ribu , tebal 320 halaman. so selamat mencari dan membaca

oh ya karena begitu besar antusias terhadap buku ini. Saya menyediakan 50 buku ini bagi pemesan langsung lewat email saya di agnesdavonar@hotmail.com. lengkap dengan tanda tangan, dan diskon 20 persen, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini

salam kenal.

terima kasih atas perhatiannya

The End

2012, Ketika Kengerian Kiamat Difilmkan

November 12th, 2009

KIAMAT. Orang yang mempercayai datangnya hari akhir, pasti ngeri 

Poster film 2012

kehancuran bumi. Film 2012 dengan segala efek khususnya sukses menghadirkan kengerian kala bumi hancur.

Film garapan sutradara Roland Emmerich ini langsung memikat perhatian publik. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir orang-orang ramai memperbincangkan ramalan Bangsa Maya tentang dunia yang akan berakhir di penanggalan kuno mereka, yakni 21 Desember 2012.

Cerita bermula dari penelitian ilmuwan di India, Dr Satnam Tsurutani (Jimi Mistry) yang menemukan bahwa inti bumi terus memanas. Satnam mengundang sahabatnya sekaligus ilmuwan Amerika, Dr Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), untuk datang melihat penelitian tersebut.

Adrian terkejut melihat inti bumi yang terus memanas. Peningkatan derajat panasnya pun terus naik dengan cepat. Adrian buru-buru kembali ke Amerika untuk bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser (Oliver Platt). Carl yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu langsung terkejut dan merespons.

Adegan lalu berlanjut ke pertemuan G8. Di sini, Presiden Amerika Thomas Wilson (Danny Glover), menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas.

Memasuki 2012, pemerintah semakin sibuk melakukan persiapan penyelamatan manusia dari musibah yang dipercaya sebagai kiamat.

Sementara itu, di lain tempat digambarkan seorang penulis buku Jackson Curtis (John Cusack) datang ke rumah mantan istrinya, Kate Curtis (Amanda Peet), untuk menjemput anak mereka, Noah dan Lily, berkemah.

Setibanya di lokasi perkemahan Yellowstone, Jackson ingin menunjukkan danau tempat keluarga ini dulu sering berkemah ketika belum bercerai. Sayang, di depan jalan masuk ke danau terpampang larangan memasuki area. Jackson dan dua anaknya nekat menerobos masuk dan rupanya danau itu lenyap karena proses pemanasan bumi.

Di lokasi perkemahan itu, Jackson bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), seorang penyiar radio yang berpenampilan seperti orang gila. Berkat Charlie, Jackson tahu bahwa bumi terancam musnah. Jackson pun diberi bocoran oleh Charlie, ada sebuah peta berisi pesawat yang dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran bumi.

Ketika pulang dari perkemahan, Jackson kembali bekerja kepada bosnya, Yuri Karpov (Zlatko Buric). Jackson diminta mengantar dua anak kembar Yuri, Alec (Alexandre Haussmann) dan Oleg (Philippe Haussmann) ke bandara.

Jackson mulai memercayai omongan Charlie tentang kiamat ketika dia menyaksikan jalan yang dipijaknya di bandara terbelah karena gempa. Jackson lalu menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya dengan bayaran jam tangan mahal miliknya.

Mulai dari sini, ketegangan dan kengerian gambaran kiamat ditampilkan. Jackson yang ngebut mengemudikan limusinnya menuju rumah Kate di Pasadena, California, nyaris terlambat. Rumah Kate yang dihuni bersama anak mereka dan pacar Kate, Gordon Silberman (Tom McCarthy), nyaris hancur karena gempa.

Adegan demi adegan memacu adrenalin dan membuat Anda menahan napas. Jackson mengemudikan mobil berusaha menghindari jalanan yang amblas akibat gempa. Bangunan semua hancur, rontok berkeping-keping. Jalan layang roboh dan amblas ditelan bumi.

Jackson, Kate, Noah, Lily, dan Gordon berhasil mencapai bandara. Sayang, pilot yang disewa itu tewas karena gempa. Jadilah Gordon yang baru belajar mengemudikan pesawat kecil, dipaksa menjadi pilot dadakan.

Pesawat kecil itu hampir jatuh ke dalam perut bumi karena landasan pacu terbelah. Akhirnya, mereka selamat. Dari dalam pesawat, mereka menyaksikan daratan merangsek masuk ke dalam laut seperti piring makanan yang dicelupkan ke dalam bak air.

Di lain tempat, Dr Adrian dibuat terkejut dengan derajat panas bumi yang terus naik dalam hitungan jam. Kiamat yang diperkirakan masih jauh, ternyata tinggal beberapa hari lagi.

Upaya penyelamatan mulai dilakukan pemerintah. Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi. Thomas memutuskan tidak ikut naik pesawat menuju China, tempat disediakannya ‘Bahtera Besi’ yang dapat menyelamatkan manusia.

Thomas bersama stafnya masih sempat mengunjungi korban gempa yang dirawat di area terbuka. Saat itulah gempa berkekuatan besar kembali mengguncang.

Setelah gempa reda, apa yang dilihat Thomas sungguh mengerikan. Di kejauhan ombak laut terlihat bergulung-gulung ribuan meter tingginya. Kapal perang Amerika, John F Kennedy, yang luar biasa besar seolah dimuntahkan dari laut dan jatuh menimpa Thomas dan korban lainnya.

Gambaran betapa dahsyat dan mengerikannya kiamat tak berhenti sampai di situ. Adrian yang berada di pesawat evakuasi menuju China menyaksikan dari layar pemantau bahwa gempa besar hingga 9 Skala Richter lebih menimpa berbagai belahan bumi. Itu disusul dengan terjangan tsunami di mana-mana. Bisa ditebak, bumi mengalami kehancuran total.

Bahkan, lempeng Pasifik runtuh. Kutub Selatan pun bergeser ribuan mil jauhnya. Pegunungan Himalaya juga berubah, tak lagi menjadi puncak tertinggi dunia. Posisinya digantikan Cape of Good Hope di Afrika.

Singkat cerita, Adrian dan staf kepresidenan tiba di China untuk naik ke kapal besar yang disebut ‘Bahtera Besi’. Warga biasa yang hendak naik pesawat ini sudah memesan kursi dari jauh-jauh hari dengan harga 1 juta euro per orang.

Jackson dan keluarganya sebagai tokoh protagonis di film ini berhasil mencapai Bantera Besi di China. Mereka masuk ke pesawat sebagai penumpang gelap dengan dibantu sebuah keluarga China yang baik hati.

Kendala terjadi. Proses penyusupan mereka kurang lancar. Gordon tewas karena mendadak pintu gerbang kapal membuka. Ketika hendak tertutup lagi, pintunya macet gara-gara ada kabel yang menghalangi.

Adrenalin penonton kembali dipacu. Kapal tidak akan bisa jalan jika pintu belum menutup sempurna. Sementara kru kapal berupaya mencari penyebab macetnya pintu, China dilanda tsunami maha dahsyat yang menenggelamkan semua yang ada di daratan.

Kapal itu terombang-ambing arus dan akan bertabrakan dengan gunung es. Di sini, Jackson beraksi sebagai sang pahlawan. Dengan dibantu anaknya yang masih kecil, Noah, Jackson turun ke bagian bawah kapal yang telah terendam air. Dia akhirnya berhasil memutus kabel yang menghambat pintu kapal.

Seperti film-film Amerika lainnya, penonton akan dibuat terharu melihat aksi Jackson dan Noah menyelamatkan kapal. Ketika Noah berhasil meloloskan diri dari pintu tersebut, Jackson tidak ada.

Adegan Kate, Noah, dan Lily menangis meratapi Jackson yang dikira tewas, sungguh mengharukan. Beberapa penonton di sekitar penulis, ada yang sampai meneteskan air mata.

Akhirnya, Jackson muncul. Mesin kapal pun berhasil dinyalakan dan kapal melaju. Setelah dirasa aman, pintu geladak kapal dibuka. Terlihat pemandangan hanya air di mana-mana. Tidak ada gedung, tidak ada rumah, tidak ada makhluk hidup selain mereka yang di kapal.

Akhir cerita seperti ini memungkinkan film 2012 untuk dibuat sekuel. Sang sutradara Roland memang punya rencana membuat sekuel film ini dalam bentuk serial televisi berjudul 2013. Roland akan menuangkan apa dan bagaimana kehidupan manusia yang selamat di bumi setelah kiamat 2012.

Sepintas, film ini tak jauh beda dengan Deep Impact (1998) dan The Day After Tomorrow (2004). Hanya saja, dari segi penggambaran dahsyatnya kehancuran bumi, 2012-lah pemenangnya. Tidak heran, dengan biaya produksi mencapai USD200 juta, kualitas efek visual 2012 jauh lebih baik. Bahkan, menyerupai nyata.

Adegan lembah dan gunung meletus hingga membumbungkan cawan asap maha raksasa, hujan batu api, daratan amblas ke dalam perut bumi, tsunami setinggi ribuan meter, hingga robohnya patung Yesus Kristus di Rio de Janeiro, Brazil, digambarkan dengan sempurna.

Kelemahan film ini, alurnya mudah ditebak. Bak film-film action Amerika lainnya, sang jagoan kerap ditampilkan ‘nyaris’ tewas. Lalu muncul sebagai pahlawan di akhir cerita.

Menonton film yang bakal rilis perdana di bioskop pada 13 November 2009 ini, akan sedikit memuaskan penasaran Anda tentang gambaran kiamat. Kengerian kiamat begitu terasa saat melihat bumi luluh lantak oleh kekuatan alam super dahsyat.

Satu yang agak melenceng dari kaidah kiamat di film ini, masih ada manusia yang bernyawa. Sejatinya, jika kiamat kubro (besar) tiba, niscaya tidak ada satu pun makhluk hidup ciptaan Tuhan yang bisa melarikan diri.

Pemain:
John Cusack
Amanda Peet
Chiwetel Ejiofor
Thandie Newton
Oliver Platt
Tom McCarthy
Woody Harrelson
Danny Glover
Liam James
Morgan Lily
Zlatko Buric

Sutradara:
Roland Emmerich

Penulis naskah:
Harald Kloser
Roland Emmerich. (ang)

The End

The Body Worlds: Pameran Tubuh Mati

November 11th, 2009

Gambar yang tersaji di halaman iklan booklet visitor guide to New York itu membuat saya penasaran, karena menampilkan photo wajah dan tubuh seorang laki laki telanjang, yang seolah sedang melangkah, dan berpose sembari menyelempang kulit luarnya sendiri seperti seorang model menyelempang jaket ke bahunya.  Ya, benar, wajah dan tubuh lelaki itu sudah dikuliti.  Otot, dan daging dalam tertampil dengan artistik.  Ini pameran mayat, tubuh mati manusia.  Bunyinya, The Body Worlds Exhibition sedang berlangsung.

Mungkin pembaca KoKi mengira selera saya aneh.  Mbok yao, ke New York pergi lihat patung Liberty, atau ke Metropolitan Museum of Art yang rada sophisticated gitu…  Tapi saya selalu tertarik dengan rahasia tubuh manusia.  Bisa jadi juga hasrat terpendam saya yang tak kesampaian untuk menjadi dokter.  Mungkin itu sebabnya juga saya tertarik untuk mendatangi pameran tersebut.  Ini pertama kalinya saya ke New York, dan saya berniat melihat lihat ke radius yang lebih jauh dari sekedar Central Park yang lokasinya dekat dengan Hilton tempat saya menginap.  Sayangnya, saya gagal berkunjung.  Jadwal saya padat, dan di hari terakhir di New York saya gunakan waktu seharian untuk berkeliling kota naik bis tingkat dan mengambil photo. Melihat Body Worlds di New York, tinggal mimpi…

Ajaibnya, di tahun yang sama, akhirnya impian saya untuk itu terwujud juga, hanya tempatnya berbeda.  Kali ini dalam kunjungan bisnis saya ke Houston, saya mampir ke eksibisi tersebut di Houston Museum of Natural Science. Dua orang kolega saya menemani berkunjung ke museum tersebut.  Lebih asyik lagi karena perusahaan saya punya jatah diskon bagi karyawan yang berkunjung kesana.

Tidak Menyeramkan

Semula saya tak tahu persis apa yang ditawarkan pameran ini.  Inilah saat saya bisa ngintip bagian dalam tubuh manusia, dan mayat dalam tiga dimensi, bukan gambar atau film, tanpa harus pergi ke kamar mayat atau ke ruang otopsi, dan tanpa harus merasa jijik.  Sangat tidak biasa menontoni onderdil tubuh manusia berbagai ukuran, ras dan jenis kelamin, yang asli, mati, dan sudah di plastinasi.  Ini saja, sudah cukup alasan untuk saya menjadi sangat tertarik.

Bagi yang belum melihat, cerita tentang  pameran ini mungkin sedikit mengerikan kalau tidak menjijikkan.  Tetapi melihatnya sendiri, tak ada impresi lain selain kekaguman akan keindahan dan kecerdasan kompleks tubuh kita sebagai miniature alam semesta.  Di pameran yang saya datangi, banyak pelajar yang terkesima, tapi pada saat yang sama, juga saya mendengar cekikikan kecil pada saat mereka menatap bandul laki laki atau alat vital wanita.

Pameran ini juga bisa menjadi pelajaran anatomi tubuh manusia yang bukan saja bagus buat para mahasiswa kedokteran tapi juga bagi para pelajar, dan peminat anatomi tubuh.  Saya tidak melihat nya dengan kacamata jorok, bahkan penulis publikasi Times Melanie Reid, menyebutkan bahwa pameran ini sama sekali tidak porno, tidak menyeramkan ataupun menjijikkan.  Pendek kata: luarbiasa!  Membuat saya bersyukur punya kesempatan untuk menyaksikan dan mengagumi ciptaan tuhan yang paling luar biasa ini.

Body Worlds digagas oleh seorang ilmuwan Jerman Gunther Von Hagens yang juga penemu teknik pengawetan mayat disebut plastinasi.  Pameran pertama kali dilakukan di Jepang di tahun 1995 sebelum ke negara maju lainnya.  Saya rasa, pemilihan Jepang sebagai tempat premier untuk melakukan eksibisi sangat tepat.  Bangsa Jepang sangat terbuka terhadap segala macam kreativitas dan inovasi, sementara bangsa maju lainnya masih berdebat apakah hal ini etis atau tidak.  Saat ini, Body Worlds sudah dikunjungi oleh lebih dari 25 juta orang di berbagai Negara.

Pameran ini terdiri dari sejumlah mayat lengkap berikut onderdil dalamnya yang diris, di potong di beberapa bagian dengan apiknya sehingga kita dapat melihat ke dalamnya.  Tentu saja sudah tanpa kulit luar.  Satu satunya yang palsu disitu adalah bola matanya.  Bahkan rambutnya pun rambut asli yang diawetkan dengan baik.  Tehnik plastinasi yang menggantikan cairan tubuh dan lemak dengan cairan silicon karet plastisin memungkinkan mayat mayat itu tetap dalam kondisi aslinya meskipun di potong, dikerat dan diiris tipis, malang melintang.

Pada setiap eksibisi, biasanya akan dipamerkan sejumlah 25 tubuh utuh yang dirancang berpose artistic dan estetik,dan 200-an potong organ tubuh seperti liver, jantung, usus, jaringan kepala, ginjal, bagian bagian perut, urat, otot dan jaringan syaraf, bahkan janin!  Nah untuk bayi dan janin yang dipamerkan, didapatkan dari koleksi universitas dan rumah sakit yang disumbangkan ke pihak the Body Worlds.  Sangat mengagumkan detail yang ditampilkan.  Pasti hasil kerja yang melelahkan dan membutuhkan dedikasi luar biasa untuk membuatnya akurat seperti itu.

Tidak ada photo-photo-an

Jika saja kamera dibolehkan dipakai di ruang pameran, pasti disela sela suara takjub dari pengunjung, kita bisa mendengar suara klik kamera secara konstan, belum lagi kejap lampu kilat blitz yang pasti tak henti menganggu kenikmatan menonton.  Syukurlah pameran ini anti kamera.  Pengunjung yang ingin masuk diminta menitipkan kamera, video dan hp di konter khusus .  Saya sih senang saja, karena toh masih bisa membeli DVD pamerannya, dan poster jika benar benar berminat terhadap photo eksibisi mayat tadi.  Tapi akhirnya saya Cuma membeli DVD saja, ngeri ah beli poster gambar mayat buat apa?  Hiiiy salah salah malam malam ditegur hantunya hehehe.

Saya tak tahu juga nih apakah Zev dan para Asmods bisa mendapatkan ilustrasi sebenarnya dari pameran Body Worlds untuk artikel ini.  Satu satunya photo yang ada adalah photo saya sendiri dengan seorang teman di depan museum.  Jadi bagi para Kokiers yang penasaran, google saja body worlds, bisa di lihat di youtube atau situs resmi bodyworlds.  Tambahan informasi disini juga saya dapatkan dari berbagai sumber termasuk mas Wiki di Wikipedia.com.

Proses Plastinasi dan Bajakan

Kegiatan plastinasi mayat dan bagian tubuh di Laboratorium Plastinasi Von Hagens dibantu oleh 340 karyawannya di 3 laboratorium di Jerman, China dan Kirgistan.  Di China sendiri, laboratoriumnya dikhususkan untuk memplastinasi hewan.

Von Hagens ini memang nyentrik dan rada rada parno (baca: paranoid) dengan hasil karya nya.  Dia sangat pelit dengan copyright dari pamerannya.  Bahkan pers pun tak boleh memphoto dan merepro sembarangan, cuma boleh di satu publikasi saja dengan syarat dan ketentuan ketat, dan setelah selesai maka copyrightnya mesti dikembalikan ke tangannya lagi.  Bisa dimaklumi jika dia begitu hati hati dan protektif terhadap hasil karya nya yang bukan pekerjaan main main.  Von Hagens menemukan formula dan cara plastinasi mayat di tahun 70-an, dan semenjak itu setiap menit dari hidupnya dibaktikan untuk proyeknya tersebut.

Untuk setiap tubuh utuh yang siap sedia dipamerkan, dibutuhkan 1500 jam kerja untuk memproses plastinasinya, ini belum termasuk segala tetek bengek urusan yang berkaitan dengan sebelum mayat di plastinasi sampai dia sudah siap untuk dipamerkan.  Alhasil, sebuah cadaver (mayat), bisa membutuhkan waktu satu tahun untuk siap dipamerkan.    Segitupun dalam waktu singkat semenjak debut nya di travelling exhibition The Body Words sudah mendapatkan saingan dan bajakannya..  (memangnya cuma film, musik dan software aja yang ada bajakannya).

Bisa ditebak knock off nya di produksi dari tempat dimana dia mendedikasikan salah satu laboratoriumnya.  Di China!  Beberapa dari eksibisi tiruannya itu bahkan sempat berpameran di Amerika dan Eropa.  Gaya penampilan dan pose para mayat itupun mirip mirip dengan milik Von Hagens.  Meskipun diprotes keras, mereka berdalih, bahwa tubuh manusia itu universal, bukan eksklusif intellectual property milik perorangan.  Pameran knock off nya yang sempat digelar di Paris dengan judul Our Body: The Universe Within ditutup paksa menyusul keputusan pengadilan, karena pertimbangan bahwa pameran orang mati secara komersial berarti tidak menghormati orang yang mati tersebut.  Sang hakim bahkan memutuskan untuk menyita semua mayat tersebut untuk dikuburkan secara semestinya.

Beda penting dari pekerjaan dan pameran Von Hagens dan pameran serupa lainnya adalah, bahwa semua mayat yang digunakan Von Hagens berasal dari donor yang sah, sementara pameran yang lain, masih dipertanyakan keabsahan mayat mayat yang dipakai.  Konon kabarnya mereka berasal dari kamp tahanan dan para kuli yang mati disiksa di China dan Kyrgistan.

Belajar dari Onderdil Tubuh

Tubuh tubuh mati yang dipamerkan di Houston direka gaya sedemikian rupa, mereka selayaknya patung artistic.  Dengan warna mendekati aslinya,  daging dan otot terpampang secara detil.  Ada yang sedang berdansa, ada yang sedang beryoga, dan bermain catur.  Bahkan Von Hagens me-reka gaya sepasang cadaver dengan posisi memadu cinta.  Tapi yang terakhir ini cuma dipamerkan di exhibisi di Berlin.

Setiap specimen yang dipamerkan ada yang diletakkan di tempat terbuka misalnya tubuh utuh, dapat dilihat dengan sangat dekat tanpa penghalang kaca.  Syaratnya, jangan iseng pegang pegang.  Pengunjung cukup disiplin untuk tidak melakukannya.  Saya bayangkan ini pameran ada di Jakarta, pasti sudah banyak cap jadi tangan di tubuh cadaver cadaver itu.  Maklum, selain orang kita disiplinnya masih harus dibenahi, rasa keingintahuan kita mengalahkan pertimbangan lainnya.

Sementara specimen lain yang berbentuk organ tubuh, diletakkan di ruang kaca.  Tiap specimen dilengkapi dengan informasi singkat yang menurut orang awam seperti saya, sangat menakjubkan.  Misalnya, bahwa hati yang beratnya sekitar 1,5 kg merupakan organ tubuh yang paling besar, atau  jika usus halus kita di urai, panjangnya bisa sepanjang sebuah bis.  Pantas saja ada orang yang makan seperti orang ngamuk, tapi perut masih dapat menampungnya.

Bisa juga dilihat hati yang sudah terkena kanker disandingkan dengan hati yang sehat, selain berbagai specimen dengan kondisi kesehatan khusus.  Tapi yang paling berkesan buat saya adalah pameran syaraf sesosok kepala, dimana tidak ada apapun lagi yang kita lihat dari wajah itu kecuali rangka syaraf yang berjalinan begitu indah dan kompleksnya dalam warna merah menyala.  Oh jadi gitu ya, di kepala dan wajah kita saja ada sekelompok jaringan syaraf yang luar biasa fungsi dan keindahannya.  Membuat saya bersyukur punya wajah sempurna, meskipun tak secantik Luna Maya hehehe.

Kita bisa mendapatkan informasi lanjutan melalui alat serupa remote control TV, tapi lebih jangkung dan langsing, dengan sejumlah tombol dan alat pendengar.  Kita tinggal memencet nomer referensi potongan specimen, dan siap mendengarkan informasi lanjutan dari specimen tertentu.

Kontroversi Mayat

Keberanian Von Hagens bukan tanpa kontroversi.  Banyak yang memuji, banyak pula yang mengecam hasil karya nya, mulai dari para scientist yang setuju dan mencibir, para ahli agama dan etika, dan masyarakat umum.

Para pendukungnya berpikir, terobosannya di bidang sains tergolong brilian, dan akan sangat membantu kita memahami tubuh lebih baik lagi.  Para pengecamnya berpikir dia sudah berjalan terlalu jauh, mencampuri wilayah Tuhan dengan ‘menghidupkan’ mayat mayat tersebut.

Para ahli etika berpikir sangat tak pantas memamerkan mayat dan organ tubuh secara gamblang, apalagi dengan posisi posisi artistik seperti itu, bahkan beberapa menyebutnya sebagai pameran pornografi tubuh mati.  Para ahli kedokteran menganggap donator mayat itu akan lebih berguna bila disumbangkan untuk orang orang yang membutuhkannya untuk transplantasi.

Ada pula yang menentangnya dikarenakan kecurigaan bahwa mayat mayat itu kebanyakan adalah para gelandangan yang mati di jalan, atau para tahanan yang mati di eksekusi.  Von Hagens mengklaim bahwa mayat mayat yang dikerjai nya berasal dari para donor legal, orang orang yang menandatangani perjanjian bahwa ketika mereka mati, mereka rela tubuh mereka didonasi untuk kebaikan dan kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

Sampai saat ini, di German saja, sudah ada daftar antrian 9000 orang yang sudah menandatangani perjanjian jika mereka mati, maka tubuh mereka akan didonorkan ke institusi Plastinasi milik Von Hagens.  Adakah pembaca KoKi yang berminat mendonor?

Yang terakhir, inilah komentar Von Hagens tentang hasil karyanya mengawetkan tubuh manusia dengan cara yang mungkin lebih dahsyat dan indah daripada mumifikasi.

Semakin  tua, semakin saya sadari bahwa kematian itu normal, dan hidup merupakan anugerah luar biasa.  Saya harap pameran ini akan membantu orang untuk lebih menghargai hidup dan memenuhi hidupnya dengan inspirasi sepanjang waktu”.

Imung Hikmah

The End