INI DIA RESEP KAYA SYEKH PUJI..
-
RESEP KAYA SYEKH PUJI ….. (?)
UNGARAN - Ada saja kejutan datang dari seorang tokoh dan pengusaha kaya raya Kabupaten Semarang, Syekh Puji (43 tahun). Setelah sukses membagikan zakat hingga Rp 1,3 milliar lebaran lalu, kini kyai nyentrik itu menikahi seorang gadis belia umur 11 tahun 8 bulan. Lebih sensasional lagi, setelah dinikahi, istri keduanya itu diamanahi menjadi General Manager (GM) perusahaannya yang beromset Rp 110 milliar. Itulah Syekh Puji.
-
Pengasuh Ponpes Miftahul Jannah yang punya nama lengkap Syekh DR HM Pujiono Cahyo Widianto itu memang bisa berbuat segalanya. Selain seorang kyai, dia sekaligus pengusaha hebat. Kemarin pengusaha asal Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang itu melantik istri barunya yang masih berusia 11 tahun 8 bulan sebagai General Manajer perusahaan yang dipimpinnya, PT Sinar Lendoh Terang (Silenter). Istri keduanya yang masih imut-imut itu bernama Lutfiana Ulfa, putri dari pasangan Suroso (35) dan Siti Hurairah (33), warga Randu Gunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
-
Dengan demikian, berarti bocah yang tahun ini baru lulus SDN I Randu Gunting, Bergas tersebut akan berkuasa penuh serta memegang kendali laju perusahaan yang bergerak di bidang eksportir kuningan, kaligrafi, serta buku tentang agama dan Al Quran itu. “Jadi semua laju perusahaan yang menjalankan dia. Dan ini merupakan satu-satunya GM termuda di Indonesia. Bahkan mungkin bisa dikatakan di dunia. Dengan omset yang dikelolanya sebesar Rp 100 miliar,” ucap Syekh Puji, panggilan akrabnya.
-
Menurut pemilik ponpes Mifthul Jannah Pujiono CW, dirinya menobatkan istri keduanya tersebut yang nota bene masih awam di dunia bisnis itu, lantaran usia muda lebih gampang untuk dibentuk dan diarahkan. Selain itu, karena istri pertamanya, Umi Hanni, yang kini masih setia mendampinginya jauh hari menyatakan tidak sanggup untuk menjalankan kendali perusahaannya. Sebagai pilihannya, dia ingin hanya mengurus Ponpes dan Yayasan Miftahul Jannah saja.
-
“Karena itu pilihan saya pada dia (istri keduanya, red). Selain dia memang menyatakan sanggup, juga atas izin dari istri pertama saya. Bahkan yang mencarikan istri kedua itu adalah istri pertama saya, apa nggak hebat dia,” ujar Syech Puji atas istri pertamanya yang hafidhoh (hapal Al Qur’an, red) itu.
-
Syech Puji mengakui kebesaran dan kesuksesan perusahaannya itu, dilaluinya dengan tirakat ritual yang dilakukanya selama 18 bulan. Tepatnya pada 1991, ketika Syeh Puji mendirikan perusahaannya yang diberi nama PT Silenter.
-
“Karena saya ingin sukses dalam usaha saya, saya melakukan wirid dengan membaca salawat Nariyah selama 18 bulan mulai jam 12 malam hingga pagi tidak pernah tidur,” tandasnya sambil menambahkan tirakat tersebut didapat atas bimbingan Mbah Mad dari Ponpes Watucongol, Muntilan, Magelang.
-
Selama tirakat dia memohon lewat doa, wirid dan baca salawat. Juga diimbangi dengan kerja keras dan banyak-banyak sodaqoh. Dia juga mengatakan kalau dalam awal-awal mendirikan perusahaanya itu, selalu menjalankan puasa nglempus yakni tidak makan-minum dan tidur selama beberapa hari. Hal itu tergantung niat awalnya. “Kalau untuk kesuksesan sesuatu, bisa hingga 3 atau 7 hari, bahkan 11 hari berturut-turut saya lakukan puasa tidak makan-tidak minum dan tidur untuk tujuan tertentu,” tambahnya.
-
SelainSalawat Nariyah, kata Syeh Puji, ada bacaan atau wirid yang harus diamalkan untuk mencapai kesuksesan seperti yang dialaminya sekarang ini. Meski untuk itu, sepertinya dia merahasiakan mengungkapkannya. “Itu cukup berat. Karena istri pertama saya tidak sanggup, maka saya cari yang muda usianya untuk menjalankan seperti yang saya jalankan dulu hingga saat ini,” ucap peraih penghargaan sebagai Bapak Pendidikan Kabupaten Semarang 2006 dari Pemkab setempat itu.
-
Bersamaan dengan beranjaknya usianya yang 43 tahun itu, serta dengan dalih penerus untuk imperium bisnisnya yang menurutnya miliki dana cadangan ratusan miliar tersebut, maka tidak heran kalau Syech Puji ingin menyelamatkan kerajaan bisnisnya itu dengan mencari penerusnya sekalian orang kepercayaan untuk memegang perusahaanya. “Karena itu, saya mencari pendamping atau istri lagi untuk saya jadikan GM di perusahaan saya atas seizin istri pertama saya,” tegasnya.
-
Syech mengaku menikahi istri keduanya itu pada tanggal 8 Agustus tahun 2008 ini. Dan istri keduanya itu sebelumnya telah dicari selama setahun dengan kreteria yang ditentukan, diantaranya harus pintar, dewasa dan cerdas. Selama itu Syech disodori oleh para tokoh masyarakat hingga guru tentang calon istrinya. Baru pada usaha yang ke-21 kali, ia menemukan kecocokan dengan Ibu Lutfiana –panggilan istri keduanya– sebagai pendamping barunya. “Ya ini merupakan pemberian Allah, karena tidak satu-dua kali saya mencari dan bisa pas,” tambahnya.
-
Sementara menurut pengakuan ayah Lutfiana Ulfa, Suroso, yang ditemui kemarin di acara halal bihalal serta pengukuhan GM dan Regional Sales Manajer PT Silenter di Ponpes Miftahul Jannah, bahwa dirinya sekeluarga sebelum anaknya dilamar punya firasat khusus. Saat itu kamar mandinya tiba-tiba dijadikan tempat lebah madu bersarang. Padahal tidak biasanya.
-
Selain itu, anaknya meski masih kecil namun cara bicaranya seperti orang dewasa, bijak dan penuh pengertian. Bahkan suatu kali bilang, dia ingin bercita-cita mengenyam pendidikan tinggi dan akan menghajikan kedua orang tuanya.
-
“Sewaktu ibunya hamil, saya mimpi di halaman rumah saya kejatuhan bulan,” cerita ayah Lutfiana. (mus)
-
(Sumber : Harian Meteor)
http://iwandahnial.wordpress.com/2008/11/07/koleksi-syekh-puji/













November 8th, 2008 at 11:44 pm
bp.puji memang nyentrik abis,pandai buat sensasi,dan pandai berbisnis serta pandai beribadah.
namun menurut pendapat sy neng Lutfiana lebih cocok menjadi anak angkat kesayangannya bp.puji
http://www.klikdynasis.net/?id=be193
November 9th, 2008 at 7:32 pm
Mungkin SYEKH PUJI menikahi anak di bawah umur adalah bagian dari ritual tirakatnya.
November 9th, 2008 at 8:22 pm
Bego niyh orang… bikin Islam kesannya jadi agama mistis ajah…
mana ada tuh puasa 11 hari ga makan ga minum…
ituh jatuhnya sirik tau…
bikin aturan sndiri ajah…
luh bikin nama Islam jelek tauk…
lagian kalo mau nikahin orang mikir kek…
kalo mau nyari orang yang mau dibentuk utk jadi GM, ya mbo diangkat anak aja, ga usah dinikahin…
DASAR BEGO!!!
November 9th, 2008 at 9:11 pm
sah-sah aja… untuk setiap orang bikin sensasi, karena emang menurut teori maslow ada salah satu tingkat dimana manusia memerlukan “aktualisasi diri” tapi kalo sensasinya seperti bp. puji enggak banget deh…!!!
November 9th, 2008 at 11:03 pm
buat syeh puji,klo mo nikah lg ya jgn anak dbwh umur dong…
November 12th, 2008 at 7:31 pm
Dasar ga tau diri, masa anak umur 12 taun d nikahin, yg pantes tu jd anaknya, lagian orang tua nya gak punya perasaan apa, masa anak’y dinikahin ama mbah2…
emg duit sch yang berbicara…
November 12th, 2008 at 11:40 pm
Syekh puji ini orang 80 % normal biasa, karena yang 20% pada bagia saraf sensor dalam melihat wanita ada bagian yang sudah rusak akut, makanya dia tidak bisa membedakan mana sudah dewasa atau masih anak-anak.
Kalau kita lihat dari caranya berkelit dari hobby kawinnya sama anak-anak, ngga bisa masuk akal logika ORANG SEHAT.
Sebenarnya semuanya itu hanya akal akalan SYEKH PUJI STRESS aja.
Untuk Menyembuhkan orang seperti SYEKH PUJI STRESS hanya ada satu cara yang paling jitu, yaitu Elus-elus burungnya sampai tegang dan kalau sudah tegang, kemudian tutup matanya, dengan gerakan super cepat ambil cutter dan potong burungnya, tanpa memperhatikan dia kesakitan. Dengan gerak secepat kilat
kemudian panggang burungnya, beri saus secukupnya, taburi garam secukupnya kemudian kalau sudah agak gosong langsung berikan pada Anjing
November 13th, 2008 at 12:09 am
Saya pikir tu Kyai sakit mental, dan yang lebih sakit mental lagi orang tuanya. Anak di jadikan korban untuk ambisi jadi orang kaya. Memangnya kaya itu bisa menjamin kebahagiaan dunia akhirat ? Anak masih pingin main jadi ngurusi perusahaan. Bener tu dee kalau niatnya baik ya diangkat anak aja lebih pantes.
November 14th, 2008 at 4:28 am
makluuummmm syeh puji orang kaya baruuuuu
November 15th, 2008 at 11:52 pm
syek puji dasar kegatalan,cari dong lobang memek yg agak lebar,gimana dg ulfa sakit ngk di saat mlm pertamanya ?
November 15th, 2008 at 11:55 pm
kontol puji itu mungkin sangat kecil dan pendek makanya iya nyari anak kecil yg masih ingusan
November 30th, 2008 at 7:12 am
[...] dari sudut pandamg masing-masing….Ada yang melihat dari sudut pandang resep bisnisnya seperti blog ini,atau cuma berkomentar singkat seperti blog pak Dedi ini dan [...]
December 18th, 2008 at 6:49 am
maha besar ALLOH.KLO ITU SUDAH KEHENDAK ALLOH APAPUN BISA TERJADI.SUBKHANALLOH
December 23rd, 2008 at 2:30 am
pada sirik - sirik sih sama syekh puji…
December 23rd, 2008 at 2:32 am
sing urip kono
sing sugih kono
sing nikah kono
kok pd ngurusi banget sikh…
BILANG AJA PENGEN KAYAK SYEKH PUDJI
PADA NGIRI KHAN?!!
January 4th, 2009 at 11:04 am
aiiih…aku si nda ngiri sama pernikahannya, tapi sama keuletannya berwirausaha…
emang ya, manusia hidup dalam pilihan..dan siap dengan segala resiko yang ada..dia bisa sukses dalam berkarier karena dia bener berusaha dan pantang menyerah..baguuus…dan hasilnya pun orang memuji…tapi, karena salah nikah, akhirnya dia harus siap menerima akibatnya…banyak yang tidak simpatik dengannya..
bagiku, yang menentang alur budaya kita, walau kata agama diperbolehkan, tetep aja jadi minus di mata orang, ada yang cuek, adapula yang menghujat, dan jarang yg memuji..aa gim aja langsung turun…lhaa ini??plus umur..
yahh..harus siap aja ya pak di masyarakat…dan siap dengan amanah yang lebih berat, karena anda sudah menjalankannya…
January 5th, 2009 at 8:12 am
tidur dulu ah….